- Makanan
Biasa
Makanan biasa sama dengan makanan sehari-hari yang beranekaragam, bervariasi dengan bentuk, tekstur dan aroma yang normal. Susunan makanan mengacu pada Pola Menu Seimbang dan Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dianjurkan.
- Makanan
Lunak
Makanan lunak adalah makanan yang memiliki tekstur yang mudah dikunyah, ditelan dan dicerna dibandingkan Makanan Biasa. Menurut keadaan penyakit, Makanan Lunak dapat diberikan langsung kepada pasien atau sebagai perpindahan dari Makanan Saring ke Makanan Biasa.
- Makanan
Saring
Makanan
Saring adalah makanan semi padat yang mempunyai tekstur lebih halus dari pada
Makanan Lunak, sehingga lebih mudah ditelan dan dicerna. Menurut keadaan
penyakit, Makanan Saring dapat diberikan langsung kepada pasien atau merupakan
perpindahan dari Makanan Cair Kental ke Makanan Lunak.
- Makanan
Cair
Makanan Cair
adalah makanan yang mempunyai konsistensi cair hingga kental. Makanan ini
diberikan kepada pasien yang mengalami gangguan mengunyah, menelan dan mencerna
makanan yang disebabkan oleh menurunnya kesadaran, suhu tinggi, rasa mual,
muntah, pasca pendarahan saluran cerna, serta pra dan pasca bedah. Makanan
dapat diberikan secara oral atau parenteral.
Menurut
konsistensi makanan, Makanan Cair terdiri atas tiga jenis, yaitu Makanan Cair
Jernih, Makanan Cair Penuh dan Makanan Cair Kental.
●
Makanan Cair Jernih
Makanan Cair Jernih adalah makanan yang disajikan dalam bentuk cairan jernih pada suhu ruang dengan kandungan sisa (residu) minimal dan tembus pandang bila diletakkan dalam wadah bening. Jenis cairan yang diberikan tergantung pada keadaan penyakit atau jenis operasi yang dijalani.
●
Makanan Cair Penuh
Makanan Cair
Penuh adalah makanan yang berbentuk cair atau semi cair pada suhu ruang dengan
kandungan serat minimal dan tidak "tembus pandang" bila diletakkan
dalam wadah bening. Jenis makanan yang diberikan bergantung pada keadaan
pasien. Makanan ini dapat langsung diberikan kepada pasien atau sebagai
perpindahan dari Makanan Cair Jernih ke Makanan Cair Kental.
a.
Macam Makanan Cair Penuh dan Indikasi Pemberian
Makanan Cair Penuh diberikan kepada pasien yang mempunyai masalah untuk
mengunyah, menelan atau mencerna kan makanan padat, misalnya pada operasi mulut
atau tenggorokan, atau saat kesadaran menurun. Makanan ini dapat diberikan
melalui oral, pipa, atau enteral (Nasi Gastric Tube = NGT), secara bolus atau
drip (tetes). Ada dua golongan Makanam Cair Penuh, yaitu Formula Rumah Sakit
(FRS) dan Formula Komersial (FK).
a.1 Formula Rumah Sakit (FRS)
a. 2 Formula Komersial (FK)
a.
Tujuan Diet
-
Memberikan makanan dalam bentuk cair dan setengah cair yang
memenuhi kebutuhan gizi
-
Meringankan kerja saluran cerna
b.
Syarat Diet
-
Tidak merangsang saluran cerna
-
Bila diberikan lebih dari 3 hari harus dapat memenuhi kebutuhan
energi dan protein
-
Kandungan energi minimal 1 kkal/ml. Konsentrasi cairan dapat
diberikan secara bertahap dari ½, ¾ sampai penuh
-
Berdasarkan masalah pasien, dapat diberikan formula rendah atau
bebas laktosa, formula dengan asam lemak rantai sedang (MCT), formula dengan
protein yang terhidrolisa, formula tanpa susu, formula dengan serat dan
sebagainya
-
Untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral dapat diberikan
tambahan ferosulfat, vitamin B kompleks dan vitamin C
- Sebaiknya osmolaritas < 400 Mosml
●
Makanan Cair Kental
Makanan Cair
Kental adalah makanan yang mempunyai konsistensi kental atau semi padat pada
suhu kamar, yang tidak membutuhkan proses mengunyah dan mudah ditelan. Menurut
keadaan penyakit, Makanan Cair Kental dapat diberikan langsung kepada pasien
atau merupakan perpindahan dari Makanan Cair Penuh ke Makanan Saring.
Perencanaan Menu
Langkah–langkah Perencanaan Menu :
1)
Bentuk tim Kerja untuk menyusun menu yang terdiri
dari dietisien, kepala masak (chef cook), pengawas makanan.
2)
Menetapkan Macam Menu Mengacu pada tujuan pelayanan makanan Rumah
Sakit, maka perlu ditetapkan macam menu, yaitu menu standar, menu pilihan, dan
kombinasi keduanya.
3)
Menetapkan Lama Siklus Menu dan Kurun Waktu Penggunaan Menu Perlu
ditetapkan macam menu yang cocok dengan sistem penyelenggaraan makanan yang
sedang berjalan.
4)
Menetapkan Pola Men, yakni menetapkan
pola dan frekuensi macam hidangan yang direncanakan untuk setiap waktu makan
selama satu putaran menu.
5)
Menetapkan Besar Porsi
6)
Mengumpulkan macam hidangan untuk pagi, siang, dan malam pada satu
putaran menu termasuk jenis makanan selingan.
7)
Merancang Format Menu, yakni susunan hidangan sesuai
dengan pola menu yang telah ditetapkan. Setiap hidangan yang terpilih
dimasukkan dalam format menu sesuai golongan bahan makanan.
8)
Melakukan Penilaian Menu dan Merevisi Menu. Untuk melakukan
penilaian menu diperlukan instrumen penilaian yang selanjutnya instrumen
tersebut disebarkan kepada setiap manajer.
9)
Melakukan Test Awal Menu. Bila menu telah disepakati, maka perlu
dilakukan uji coba menu. Hasil uji coba, langsung diterapkan untuk perbaikan
menu.
Pengolahan Bahan Makanan
Pengolahan Bahan
Makanan adalah suatu kegiatan memasak bahan makanan mentah menjadi makanan yang
siap dimakan, berkualitas dan aman untuk dikonsumsi.
Tujuan Pengolahan
Bahan Makanan :
1.
Mengurangi risiko kehilangan zat gizi bahan makanan
2.
Meningkatkan nilai cerna
3.
Meningkatkan dan mempertahankan warna, rasa, keempukan dan
penampilan makanan
4.
Bebas dari organisme dan zat yang berbahaya bagi tubuh
Persyaratan Pengolahan
Bahan Makanan dari pedoman teknis proses penyediaan makanan dalam sistem
penyelenggaraan makanan institusi meliputi:
Syarat higiene
dan sanitasi dalam proses pengolahan makanan di rumah sakit :
1.
Petugas pengolahan makanan
a) Kebiasaan mencuci tangan
b) Kuku harus
dipotong pendek, terawat, dan bersih serta polos tidak di cat
c) Menggunakan tutup
kepala
d) Tanpa perhiasan
seperti cincin, gelang, dan jam tangan
2.
Peralatan pengolahan makanan
a) Peralatan yang
akan digunakan harus dicuci terlebih dahulu
b) Kondisi peralatan
yang digunakan harus baik atau tidak cacat dan rusak
c) Kondisi peralatan
harus dievaluasi setiap satu tahun sekali untuk menghindari kecelakaan kerja
d) Kondisi kompor
dan tabung gas harus diperiksa setiap hari
3.
Bahan makanan yang diolah
a) Bahan makanan
sebelum diolah harus dicuci terlebih dahulu
b) Bahan makanan
dipisahkan dari bagian yang tidak dapat dikonsumsi (misalnya kulit, akar dan
lain-lain)
c) Tingkat kematangan
bahan makanan yang digunakan harus sesuai dengan standar mutu yang telah
ditetapkan
d) Teknik pemasakan
bahan makanan harus tepat dan sesuai standar sehingga makanan yang dihasilkan
sesuai dengan yang diharapkan

















Komentar
Posting Komentar